Mengatasi Anak Pemarah

MengatasiAnakPemarah 300x281 Mengatasi Anak Pemarah

Mengatasi anak pemarah pertama harus diketahui dulu penyebanya, karena perilaku agresif pada anak ada yang dipicu oleh faktor genetik, kepribadian, dan pola asuh. Adanya respon hormonal dan komposisi kromosom XYY (supermale) juga dapat memicu agresivitas pada seseorang. Faktor genetik ini diturunkan dari orangtuanya.

Sedangkan faktor kepribadian adalah adanya “id” yang berfungsi sebagai pertahanan diri yang berlebih, serta mengalahkan sisi “ego” dan “superego”

Untuk pola asuh, adanya pola asuh yang sering membandingkan anak dengan anak yang lain, tidak konsisten, kurang perhatian, juga dapat memicu terjadinya agresivitas pada anak.

Faktor-faktor penyebab ini perlu dikenali oleh orangtua, sehingga bisa dilakukan upaya-upaya untuk mengatasi anak pemarah tersebut.

Perilaku pemarah (agresif) ini biasanya muncul pada usia anak 4th. Biasanya mereka bersikap agresif terhadap anak-anak lain yang usianya satu atau dua tahun lebih tua, dan hal ini masih bisa dikatakan wajar.

Di usia 5 dan 6 tahun, anak masih memiliki pemahaman yang minim mengenai penerimaan sosial dan moralitas. Ego mereka masih terlalu tinggi dan belum memahami arti emosional serta bagaimana mengontrol gejolak emosi. Mereka seringkali berperilaku agresif tanpa mereka sadari.

Pada usia 10 tahun, seharusnya seorang anak sudah bisa membedakan mana hal yang baik dan buruk, karena norma sosial serta nalar juga sudah terbentuk.

Berikut kiat mengatasi anak pemarah :

  1. Cari tahu penyebabnya. Apakah kemarahan tersebut muncul sendiri tanpa ada sebab, misalnya membela teman yang diperlakukan kurang adil oleh teman lain, mereka tidak suka diusik, mungkin juga saking bersemangat dan lepas kendali karena kurangnya kontrol perilaku. Jika agresivitas muncul tanpa sebab, sebaiknya segera konsultasikan dengan ahlinya.
  2. Jangan pernah memberi label “anak nakal’ atau “anak bandel”
  3. Jauhkan anak dari visualisasi kekerasan yang bisa ia tiru. Misalnya tayangan televisi, games, atau pertengkaran orangtuanya. Jika tanpa sengaja atau anak terlanjur pernah menyaksikan adegan kekerasan, ajak ia bicara untuk meluruskan pemahamannya mengenai kekerasan.
  4. Beri contoh dan coba koreksi perilaku Anda dan pasangan, upayakan jangan pernah bertengkar di depan anak.
  5. Hindari hukuman fisik karena dapat menyebabkan anak meniru hukuman fisik tersebut kepada teman-temannya.
  6. Beri penghargaan saat anak berlaku baik. Anak akan merasa senang dan dihargai.
  7. Bersikap tenang, minta anak untuk masuk ke kamar dan menenangkan diri saat marah. Memeluk juga merupakan salah satu cara untuk mengendalikan emosi pada anak. Jauhkan alat-alat yang dapat menjadi sasaran anak meluapkan amarahnya.
  8. Beri lingkungan yang nyaman. Bisa saja rumah atau sekolah memicu perilaku agresif pada anak
  9. Segera berkonsultasi dengan ahli bila Anda menganggap atau melihat perilaku anak sangat mengganggu, sehingga dapat dicari solusinya yang terbaik.

Mengatasi anak pemarah juga bisa dengan mengajarkan anak tentang agama sejak dini, sehingga anak tahu bahwa Allah tidak suka terhadap anak-anak yang pemarah. Bisa juga dengan melatih anak agar lebih kreatif, sehingga sifat pemarah anak teralihkan dengan melakukan sesuatu yang kreatif dan bermanfaat. Untuk buku-buku anak kreatif, ensiklopedia anak, Al-Quran anak Anda bisa kunjungi http://www.edukidshop.com

 

 

Sumber : Majalah Ummi

Your Turn To Talk

Leave a Reply

%d bloggers like this: