Kisah Raja Sombong dan Murtad

Semua orang mengharapkan hidayah…, namun rasa sombongnya menghalanginya untuk bisa merangkulnya. Tak terkecuali sombong karena penampilan. Dan saya rasa, banyak wanita enggan berjilbab dan menutup aurat adalah contoh yang
paling layak untuk ini. Meskipun tidak dipungkiri, lelaki juga memiliki sikap yang sama.

Tersebutlah seorang raja, Jabalah bin Aiham. Pengusaha kerajaan Ghassan.. Sangat tertarik dengan islam. Diapun menulis surat kepada Khalifah Umar radhiyallahu ‘anhu meminta izin
untuk datang ke Madinah, memeluk islam. Spontan Umar dan kaum muslimin sangat senang dengan maksud si Raja yang dulunya nasrani ini. Beliaupun menulis balasan, “Silahkan datang untuk
bergabung dengan kami. Kita memiliki dan
kewajiban yang sama.”

Datanglah Jabalah bersama 500 penunggang kuda dari pasukannya. Ketika
sudah dekat kita madinah, dia memakai baju yang dipintal dengan emas.., dan memakai mahkota kepala dengan manik-manik permata.

Sementara pasukannya memakai baju yang sangat indah. Masuklah Jabalah bersama pasukannya ke kota Madinah. Tidak ada satupun penduduk Madinah, kecuali semua mata mereka terbelalak
melihat raja Ghassan. Sampai anak-anak dan wanita.

Setelah sampai di rumah Umar, beliau
menyambutnya dan mengajaknya duduk
mendekat… Sang raja memang benar masuk islam.., hingga akhirnya datang musim haji.

Pada musim haji kali ini, Umar melaksanakan haji, demikian pula Jabalah. Di sinilah mulai muncul masalah. Ketika thawaf, tiba-tiba kain ihram Jabalah terinjak seorang yang fakir dari suku
Fazarah.

Melihat hal itu, Jabalah langsung marah
besar dan menempeleng si fakir, hingga hidungnya terluka. Si fakirpun marah, dan dia hanya bisa mengadu kepada Umar bin Khatab, sang Khalifah yang adil nan bijaksana.

Setelah Jabalah menghadap Umar, terjadilah dialog,

“Apa sebabnya kamu menampar saudaramu ketika tahawaf?, wahai Jabalah.., sampai hidungnya terluka.” Tanya Amirul Mukminin.

“Dia menginjak kain ihramku. Andaikan bukan karena menghormati Ka’bah, ingin kupenggal kepalanya.” Jawab si raja.

“Nah, sekarang kamu sudah mengakui. Ada dua pilihan, bayar denda kepadanya yang membuat dia merelakan kesalahanmu atau qishas, dan aku akan
menampar wajahmu.” Umar memutuskan.

“Saya diqishas?? … Padahal saya raja dan dia jongos!!” Jabalah keheranan.

“Wahai Jabalah, Sesungguhnya islam menyamakan statusmu dengan dia. Tidak ada yang membuat lebih mulia selain taqwa.” Jawab Umar.

“Kalau begitu, saya akan balik nasrani.” Tukas Jabalah.

“Siapa yang mengganti agamanya (murtad) maka dia dibunuh… jika kamu kembali jadi nasrani, aku akan penggal kepalamu.” Jawab Umar tegas.

“Berikan aku waktu sampai besok, wahai amirul mukminin.” Pinta Jabalah

“Ya, kami tunggu.” Jawab Umar.

Malam harinya, Jabalah dan beberapa tentaranya keluar dari Mekah.., dia menuju Konstatinopel dan kembali nasrani. Setelah berlalu waktu yang lama dia tinggal di negeri nasrani, kesempatan menikmati lezatnya dunia mulai berkurang..

seiring dengan berkurangnya kemampuan indera manusia untuk
menikmati dunia. Tinggallah kerugian. Jabalah masih mengingat kenangan indah ketika menjadi muslim. Dia ingat
betapa lezatnya shalat dan puasa bersama kaum muslimin.

Suatu ketika dia melantunkan bait syair sambil menangis,

Orang terhormat menjadi nasrani
karena tamparan *** Andaikan dia
bersabar, itu tidak membahayakan
dirinya

Aku terdorong melakukannya karena
kebanggaan dan kehormatan *** yang
saat ini kutukar dengan mata yang
buta

Andaikan ibuku tidak melahirkanku,
duh andaikan aku *** kembali pada
keputusan Umar

Duh andaikan aku memperhatikan si
fakir *** dan aku berjalan di suku
Rabi’ah dan Mudhor
Andaikan aku di syam, dengan hidup
yang lebih sengsara *** saya duduk
bersama rakyatku, dengan tuli dan
buta.

Jabalah tak kuasa untuk kembali masuk islam. Dia tetap masuk nasrani sampai mati.. mati di atas kekufuran karena sikap sombongnya untuk tunduk pada aturan Tuhan semesta alam

Astagfirullah, semoga kita dihindarkan dari sifat buruk (sombong) tersebut

Semoga manfaat ya dan dapat mengambil pelajaran dari cerita ini

Your Turn To Talk

Leave a Reply

%d bloggers like this: